Cara Membuat Anggrek Berbunga

“Mengapa anggrek saya tidak berbunga?” Keluhan ini sering terdengar di kalangan hobiis anggrek, khususnya pemula. Sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar anggrek mau berbunga dan terus berbunga, yakni pemilihan jenis yang sesuai dengan tempat tumbuhnya, serta penyiraman dan pemupukan yang tepat. Bunga anggrek yang indah, beraneka warna, dan unik, sering menarik minat penggemar tanaman hias untuk memilikinya. Namun kekecewaan muncul setelah beberapa lama dipelihara, anggrek itu ternyata tidak mau berbunga lagi. Atau, bunga tidak muncul saat waktu berbunga. Masalah ini sering timbul disebabkan kurangnya pengetahuan tentang anggrek, sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal.

Jenis yang sesuai

Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum menanam anggrek adalah memilih jenis yang tepat, sesuai dengan kondisi tempat anggrek itu akan ditanam. Kesesuaian jenis dan tempat ini sangat penting, karena masing-masing jenis anggrek memiliki habitat yang berbeda. Misalnya, di daerah dataran rendah lebih cocok ditanam anggrek dendrobium atau vanda. Di dataran sedang anggrek bulan, oncydium, vanda, dan cattleya bisa tumbuh sesuai dengan kondisi tempat anggrek itu akan lebih baik. Sedangkan di dataran tinggi lebih pas bila ditanam phapiopedilum, vanda, atau cymbidium. Bila sudah menemukan jenis dan tempat yang sesuai, yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah kebutuhan air dan pemupukan.

Cukup air

Sebagian besar anggrek yang ditanam oleh hobiis adalah anggrek epifit. Di habitat alaminya anggrek ini hidup menempel di pohon-pohon, sehingga media yang digunakan haruslah porous. Penanaman anggrek dalam pot dengan media porous ini seringkali menyulitkan dalam menyiram. Pasalnya, media porous tidak bisa menyimpan air lama. Permukaan media lebih cepat mengering, seolah-olah tanaman kekurangan air. Kondisi ini bisa mengecoh, dan kalau tidak hati-hati bisa terjadi bencana tanaman kelebihan air.

Ada yang menyiram anggreknya setiap hari, bahkan sehari dua kali. Namun ada juga yang dua atau tiga hari sekali, bahkan ada yang cukup seminggu sekali. Banyak sedikitnya air yang diberikan sebenarnya tergantung dari beberapa hal, seperti cahaya, suhu, kelembapan, sirkulasi udara, media, bahan pot, atau ukuran pot. Anggrek butuh air banyak bila banyak cahaya, suhu udara tinggi, kelembapan rendah, sirkulasi udara baik, tanaman berdaun tipis, tanaman ditanam menempel di pohon atau pada lempengan kayu/batang pakis, ditanam dalam pot kecil atau pot tanah liat. Sedangkan tanaman akan lebih sedikit membutuhkan air bila kurang cahaya, suhu rendah, kelembapan tinggi, sirkulasi udara kurang, mempunyai daun tebal, ditanam dalam pot, ukuran pot besar, atau ditanam dalam pot plastik. Jadi tidak ada takaran khusus untuk menyiram anggrek, yang penting tanaman tidak kelebihan maupun kekurangan air dengan memperhatikan hal-hal tersebut.

Kapan harus menyiram? Cara yang paling tepat adalah selalu mengontrol kondisi media. Bila media di bawah perakaran sudah kering, tapi masih lembap, berarti tanaman membutuhkan air.

Pupuk tidak berlebihan

Mengetahui unsur hara yang dibutuhkan tanaman merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki penggemar anggrek. Banyak jenis pupuk yang beredar di pasar, namun tidak semua cocok untuk tanaman anggrek. Yang perlu diperhatikan adalah kandungan unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K)-nya. Unsur N berguna untuk merangsang pertumbuhan vegetatif, P untuk pertumbuhan tunas dan bunga, dan K untuk memperkuat perakaran.

Ada beberapa komposisi ketiga unsur itu yang dianjurkan untuk anggrek. Di antaranya pupuk yang perbandingan N, P, K-nya, 3-1-1, misalnya 30-10-10 atau 15-5-5. Pupuk ini cocok untuk anggrek yang ditanam pada media campuran cacahan kulit kayu atau batang pakis. Pupuk dengan kandungan N, P, dan K 1-1-1, misalnya 20-20-20, 15-15-15, atau 23-19-17, sesuai untuk anggrek yang ditanam dalam pot dengan media tanpa campuran kulit kayu dan anggrek yang ditanam pada lempengan kayu/batang pakis atau ditempel di pohon. Pupuk dengan N, P, dan K 1-3-2, misalnya 10-30-20 atau 5-15-10, digunakan untuk merangsang perkembangan bunga dan akar. Pupuk ini biasanya diberikan menjelang tanaman berbunga.

Di habitat alaminya, tanaman anggrek memperoleh pakan dalam bentuk cairan, melalui siraman air hujan atau tetesan embun. Oleh sebab itu pupuk yang diberikan harus dalam bentuk cair. Jangan sekali-kali memberi pupuk dalam bentuk padat, sebab dapat merusak akar-akar tanaman. Umumnya setiap jenis atau merek pupuk mencantumkan petunjuk penggunaan pada labelnya. Biasanya seperempat sampai setengah sendok teh per satu liter air. Untuk anggrek sebaiknya Anda menggunakan setengah dari dosis yang dianjurkan agar lebih aman penggunaannya.

Larutan pupuk diberikan seminggu sekali, baik pada masa pertumbuhan vegetatif maupun pembungaan. Sebaiknya penyiraman pupuk langsung ke bagian perakaran, tidak mengenai daun atau bunganya. Karena banyak daun anggrek yang sensitif terhadap zat-zat kimia, yang dapat menyebabkan daun terbakar. Bila media kering, sebaiknya disiram air terlebih dulu untuk menghindari kemungkinan rusaknya akar akibat pupuk itu. Setelah itu baru disiramkan larutan pupuk. Bisa juga setelah diberi larutan pupuk tanaman disiram dengan air bersih, untuk memastikan tidak ada sisa-sisa pupuk yang dapat merusak daun-daunnya.

Pemberian pupuk dengan tepat akan memacu anggrek tumbuh baik dan menghasilkan bunga pada waktunya. Jangan sekali-kali memberikan pupuk secara berlebihan. Ini sering dilakukan oleh hobiis. Mereka mengira, semakin banyak pupuk akan semakin baik. Itu salah. Sebab kelebihan pupuk malah dapat merusak tanaman dan mengurangi pembungaan.

Share This:

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *