Hama Tanaman Anggrek Bulan

Budi daya tanaman anggrek bulan tidak terlepas dari adanya kemungkinan serangan hama. Beberapa hama yang sering menyerang tanaman anggrek, khususnya anggrek bulan, adalah sebagai berikut:

kutuwolKutu Wol (Pseudococcus sp.) Kutu wol sering disebut pula sebagai kutu sisik. Tubuh kutu ditutupi bahan semacam lilin yang berwarna putih. Stadium nimfa biasanya hidup secara bergerombol dan mampu bergerak dengan cepat. Perkembangbiakan kuto wol bersifat parthenogenesis, yaitu beranak-pinak tanpa melalui proses pembuahan sel telur. Kutu wol biasanya hidup di ketiak daun dan ujung akar tanaman anggrek bulan. Serangan hama ini menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kering, karena hama ini mengisap cairan tanaman dan mengganggu proses fotosintesis tanaman. Gejala visual yang dapat diamati akibat serangan kutu wol adalah tanaman menguning, kemudian berubah menjadi cokelat dan akhirnya mati. Pengendalian kuto wol dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan organism tersebut, menjaga sanitasi tanaman, dan menyemprotkan insektisida yang bagus misalnya Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC, atau Demicron 50 SCW.

bekicotKeong atau bekicot (Achantina fulica F.) Bekicot yang bersifat hermaphrodite (sempurna) sering dijumpai pada musim hujan. Seekor bekicot mampu bertelur 200-300 butir setiap kali peneluran. Daur hidup bekicot berlangssung selama 6-10 bulan. Hama ini menyerang tanaman anggrek bulan dengan cara memakan tunas atau daunnya sehingga menyebabkan bagian tanaman menjadi rusak tidak beraturan. Misalnya, daun menjadi bolong-bolong atau tunasnya habis dimangsa. Pengendalian bekicot dapat dilakukan dengan cara menangkap  (mengumpulkan) dan membunuh hama tersebut  (sebagai pakan ternak), menjaga sanitasi lingkungan kebun, dan memasang umpan beracun yang dicampur dengan dedak

kumbangpengerekbungaKumbang penggerek bunga (Lema sp.) Stadium hama yang merusak tanaman adalah larva. Kumbang penggerek bunga memiliki tubuh yang diselubungi bursa berwarna hijau tua. Larva bersembunyi pada daun atau kuntum bunga. Tubuh larva mula-mula berwarna abu-abu, kemudian berubah menjadi kuning karena ditutupi oleh hasil sekresi atau kotorannya sendiri. Hama ini biasanya menyerag kuntum bunga, sehingga menyebabkan kuntum bunga menjadi rusak berlubang-lubang dan ditutupi dangan kotoran hama. Pengendalian kumbang penggerek bunga dapat dilakukan dengan cara memprbaiki dan menjaga sanitasi lingkungan kebun serta menyemprotkan insektisida yang bagus, misalnya Decis  2,5 EC atau Perfekthion 400 EC.

kutu putihKumbang penggerek akar (Diaxenes phalaenopsidis) Stadium hama yang merusak tanaman anggrek bulan adalah larva dan kumbang. Larva dan kumbang menyerang tanaman dengan membuat lorong pada akar udara, atau kadang-kadang dengan menggerek daun. Gejala  serangan yang dapat diamati secara visual adalah adanya bekas gerekan tidak merata pada akar atau daun tanaman anggrek bulan. Pengendalian kumbang ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki sanitasi lingkungan kebun dan menyemprotkan insektisida, misalnya Decis 2,5 EC atau Perfekthion 400 EC.

Myzus-persicae1Tungau merah (Tenuipalpus orchidarum) Tungau betina memiliki tubuh yang berbentuk oval, berwarna kemerah-merahan, sehingga disebut sebagai tungau merah. Adapun tungau jantan, memiliki tubuh yang berbentuk agak persegi tiga  (triangular) dan berukuran  lebih kecil daripada tungau betina. Perkembangbiakan tungau merah relatif lama (lambat) yaitu memerlukan waktu lebih kurang 6 minggu bagi tiap generasi. Tungau menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan permukaan daun bagian bawah . pada awal serangan, timbul bercak-bercak kecil, yang kemudian berubah menjadi kemerah-merahan dan akhirnya kering. Pengendalian tungau merah ini dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida atau akarisida yang bagus dan sangkil, misalnya Agrimec18 EC, Perfekthion 400 EC, atau Omite 570 EC.

Kumbang penggerek batang (Orchidophilus aterrimus) Kumbang penggerek batang yang memiliki panjang 3,5 mm – 7 mm, pada umumnya hidup bersembunyi di ketiak daun. Pada stadium larva, biasanya membuat lubang-lubang atau gerekan. Hama ini pada umumnya mengerek batang tanaman, walaupun kadang-kadang menggerek daun dan tangkai bunganya juga. Serangan hama ini menyebabkan batang atau tangkai bunga rusak, yang akhirnya dapat mengakibatkan kematian tanaman. Pengendalian kumbang penggerek batang ini dapat dilakukan dengan cara memotong atau memusnahkan tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang bagus, misalnya Decis 2,5 EC atau Perfekthion 400 EC.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *