Langkah-Langkah Budidaya Anggrek Dengan Sabut Kelapa

Bagi Anda yang bermaksud memperindah bagian eksterior maupun interior rumah dengan tanaman anggrek maupun ingin membuka peluang bisnis budidaya anggrek, Anda bisa memilih jenis bunga anggrek dari tipe anggrek Epifit. Anggrek jenis ini dapat digantung atau ditempelkan di pohon halaman rumah seperti pohon jambu, pohon rambutan, dsb. Anda pun bisa menggantungnya di teras rumah dengan sabut kelapa dalam pot dan menambahkannya dengan arang, potongan kayu, bata, genting, dsb. Lebih jauhnya, Anda bisa menyimak uraian cara menanam anggrek dengan sabut kelapa berikut ini.

Memilih dan Menyiapkan Sabut Kelapa

Dalam menyiapkan sabut kelapa sebagai media tanam bunga anggrek, sebaiknya Anda membeli sabut kelapa yang tua. Selain itu, Anda juga perlu merendamnya dalam larutan fungsida terlebih dahulu sebelum menyatukannya dengan bibit anggrek. Sabut kelapa yang terlalu besar sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman anggrek. Setelah dipotong sesuai ukuran yang diinginkan atau ukuran pot, Anda juga perlu membersihkan kulit sabut kelapa. Hal ini karena bagian pada sabut kelapa memiliki kandungan zat yang bisa mempengaruhi proses pertumbuhan dan pembungaan tanaman bunga anggrek.

Merendam sabut kelapa

Dalam proses perendaman, sabut kelapa harus melalui dua proses perendaman. Proses perendaman yang pertama adalah menggunakan air bersih biasa sedangkan proses perendaman kedua dengan larutan fungisida. Sabut kelapa yang telah dibersihkan kemudian direndam dalam air selama kurang lebih 6 jam. Sabut kelapa yang telah direndam kemudian diangkat dari air rendaman dan dipukul-pukul dengan palu atau kayu. Proses pemukulan ini dimaksudkan agar pegangan di bagian antar serat masing-masing bisa terbuka. Sebagaimana yang telah sedikit disinggung sebelumnya, sabut kelapa kemudian memasuki proses perendaman kedua yakni dengan menggunakan larutan fungisida. Sesuai nama larutannya, proses ini bertujuan mencegah sabut kelapa dari jamur-jamur yang bisa menghambat proses pertumbuhan tanaman anggrek. Setelah disterilkan dengan larutan fungisida, kita kemudian memasuki proses berikutnya yaitu meniriskan dan mengeringkan sabut kelapa.

Meniriskan dan Mengeringkan Sabut Kelapa

Sabut kelapa yang telah direndam dua kali menggunakan air dan larutan fungisida tidak bisa langsung dikaitkan dengan tanaman anggrek yang Anda beli. Sabut kelapa harus terlebih dahulu ditiriskan dan dikeringkan. Proses penirisan dan pengeringan dapat dilakukan secara berbarengan. Setelah sabut kelapa lumayan kering namun juga cukup lembab, Anda bisa siap melilitkannya dengan tanaman bunga anggrek yang Anda beli. Biasanya, saat tanaman bunga anggrek masih baru, sabut kelapa yang dililit bunga anggrek ditempatkan pada pot biasa maupun pot gantung. Jangan lupa menempatkan pot tersebut pada lokasi yang tidak langsung terkena paparan sinar matahari.

Perawatan Anggrek Dengan Sabut Kelapa

Untuk perawatannya, Anda bisa menyiram bunga anggrek setiap pagi dan sore dengan embrat. Selain itu, Anda juga perlu mengganti sabut kelapa yang sudah terlalu lapuk dan terlalu basah agar tanaman bunga anggrek dapat tetap tumbuh dengan baik. Penyiapan sabut kelapa sebagai pengganti sabut kelapa yang lapuk juga serupa dengan persiapan sabut kelapa yang digunakan pertama kali. Yaitu, sabut kelapa dibersihkan dan direndam terlebih dahulu sebelum dijadikan sebagai sabut kelapa pengganti. Selain itu, Anda juga harus menjaga agar anggrek yang ditanam pada sabut kelapa tidak terus terpapar air hujan. Mengapa? Hal ini karena curah hujan berlebih dapat menyebabkan tanaman anggrek cepat lapuk.

Sabut kelapa yang sudah lapuk sebaiknya diganti dengan sabut kelapa yang baru.

Sebagai tambahan, bagi Anda yang masih belum banyak tahu-menahu mengenai jenis-jenis anggrek, Anda harus mengetahui info mengenai jenis anggrek yang biasa dipilih ditanam atau dibudidaya menggunakan sabut kelapa. Anggrek dibedakan menjadi 2 jika dilihat berdasarkan media tanamnya. Nah, anggrek yang biasa menggunakan media tanam seperti sabut kelapa adalah kelompok anggrek Epifit. Anggrek jenis lainnya adalah anggrek Terrestia yang dikenal pula dengan anggrek tanah. Anggrek Epifit sendiri merupakan anggrek yang sebagian akarnya menempel di media tanam dan sisanya menjuntai secara bebas.

Dengan perawatan yang telaten serta pemupukan yang rutin, tanaman anggrek jenis Epifit yang biasa berwarna putih ataupun ungu bisa tumbuh subur dan berbunga. Untuk pemupukan sendiri, Anda bisa menggunakan pupuk urea berupa butiran-butiran. Anda bisa menambahkan beberapa butir pupuk urea pada pot sabut kelapa. Sayangnya, Anda harus ekstra sabar karena jenis anggrek yang butuh inang lebih sulit berbunga dibandingkan anggrek tanah. Anggrek bisa berbunga setelah X hari ditanam.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *