Manfaat Repotting pada anggrek

Tanaman anggrek merupakan jenis species bunga-bungaan. Bunga anggrek adalah bunga yang paling banyak mempunyai variasi jenis. Tumbuhan anggrek makin lama akan memunculkan anakannya yang baru  tumbuh berkembang menjadi dewasa. Tentu dengan bertambahnya populasi tanaman anggrek didalam pot akan menyebabkan tumbuhnya berdesakan dan akarnya menjulur sampai keluar. Untuk itu jika tanaman sudah begini sebaiknya segera lakukan repotting.

Repotting merupakan proses kegiatan penggantian pot bila pertumbuhan tanaman atau akar sudah terlalu sesak/padat dan sosok tanaman tidak sesuai lagi dengan ukuran pot, mengakibatkan penyerapan zat hara
terhalang. Hal ini tentu dapat mengurangi keindahan dari penampilan tanaman hias anggrek. Penggantian pot dilakukan jika tanaman anggrek di dalam pot telah tumbuh besar dan memenuhi ruang dalam pot.

Mengganti media tanam yang telah lama terpakai yang sudah dipenuhi oleh akar yang sudah padat begitu pula populasi tanaman yang saling berdesakan sehingga menjadi persaingan nutrisi dan media makin lama
unsur hara yang terkandung didalamnya makin berkurang, dan tanaman menjadi tidak subur lagi, dengan adanya repotting bisa meningkatkan laju pertumbuhan tanaman menjadi cepat (vegetatif tanaman keseluruhan).
Repotting sangat penting dilakukan karena berbagai alasan diantaranya :

  1. Anggrek sudah memiliki batang dan tunas dalam jumlah yang banyak
  2. Untuk merangsang tumbuhnya tunas anakkan, setelah selesai berbunga.
  3. Media tumbuh telah lapuk dan hancur karena termakan usia. dalam hal ini media telah mengalami dekomposisi.  pH menjadi rendah dan peka terhadap serangan hama penyakit. Hama yang sering menyerang seperti siput, keong kecil dan juga semut yang suka bersembunyi di dalam media
    tumbuh, jika dibongkar semut-semut akan keluar banyak sekali. Selain itu, dapat juga disebabkan oleh adanya serangan cendawan atau bakteri. Akibatnya sebagian akar menjadi rusak dan tentu pertumbuhan menjadi terhambat.
    Saat penggantian media tumbuh, semua media lama yang melekat pada tanaman anggrek tersebut harus dihilangkan atau dibersihkan. Terutama pada akar-akar yang telah rusak, tidak aktif, dan kering. Sebelum ditanam anggrek sebaiknya dicelupkan dalam larutan pestisida. Dosis yang digunakan 0,1-0,2% atau sesuai dosis anjuran. Pot yang akan digunakan haruslah bersih yang sudah di sikat dan direndam dalam larutanpestisida sehari semalam.
  4. Medium tanaman ditumbuhi bakteri dan ulat yang mengganggu pertumbuhan. Medium tersebut dapat digunakan kembali setelah direbus dengan air mendidih selama setengah jam dan dibilas dengan air bersih.
  5. Akar tanaman telah tumbuh di luar pot.
  6. Medium tanaman yang sudah terlalu asam dengan pH < 5 dapat mengganggupertumbuhan tanaman. Medium yang terlalu asam akan munculnya lumutdiatas permukaan pot.

Repotting tanaman anggrek sebaiknya dilakukan setelah waktu berbunga selesai dan mulai tumbuh akar yang  baru. Untuk anggrek sebaiknya 2-3 tahun. Repotting yang terlambat menyebabkan tanaman anggrek di dalam pot menjadi sesak, penyerapan nutrisi tanaman terganggu dan akar pun menjadi rusak. Tanaman anggrek yang demikian segera dipindahkan kedalam 2-3 pot baru yang ukurannya lebih besar. Ada baiknya sebelum tanaman anggrek dikeluarkan dari pot yang lama, pot direndam di dalam air supaya akar yang menempel pada pot mudah lepas.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *