Mengusir Semut pada tanaman anggrek

Berkebun anggrek juga membutuhkan langkah-langkah alami. Tidak semua hama harus dibabat habis menggunakan pestisida. Cara-cara ramah lingkungan dapat diterapkan demi sebuah lingkungan yang sehat. Salah satu hama yang paling sering menyerang anggrek adalah semut. Jangan spelekan dengan kehadiran semut pada tanaman anggrek ini. Karena semut ini juga merupakan jenis hama pengganggu tanaman anggrek. Biasanya jenis semut yang banyak mengganggu tanaman hias anggrek ialah semut hitam yang halus.

Hama semut ini bukan hanya dapat membuat akar tanaman rusak, hama semut ini juga dapat membuat tanaman menjadi sulit berkembang. Maka dari itu kita harus membasmi hama semut ini agar tidak menyebar luas sehingga tanaman anggrek menjadi mati.

Cara Mengusir Semut pada Tanaman

Cara mengusir semut pada tanaman Semut yang terlihat terlalu banyak di tanaman atau pohon anda terkadang dapat sangat mengganggu karena dapat membuat tanaman terlihat kurang indah. Untuk itu semut dapat diusir dengan cara sebagai berikut:

  1. Untuk tanaman, sangrai kulit telur bekas masakan hingga berwarna kehitaman. Lalu kulit telur yang sudah disangrai tersebut ditumbuk sampai halus. Taburkan bubuk kulit telur itu dimana semut-semut itu bersarang.
  2. Sedangkan untuk mengusir semut dari pohon kayu, dengan cara mengoleskan balsem yang berbau sangat tajam di batang pohon yang sering dilewati oleh semut.
  3. Untuk mengontrol semut secara organik, semprotkanlah air campuran dengan essense bawang putih rutin tiap hari pagi dan sore hingga semut tidak datang kembali.
  4. Tanam pohon mint di sela-sela tanaman yang mengundang semut seperti tomat. Mint juga dapat ditanam di pagar kebun untuk mencegah serangan semut. Karena mint berkembang biak dengan cepat, hati-hati jangan sampai kebun Anda justru dipenuhi tanaman ini dan menggusur tanaman utama.
  5. Campurkan tembakau dan air kemudian diremas-remas hingga airnya berwarna kecoklatan. Lalu kita tinggal menyiramkan cairan ini ke batang tanaman dan semut pun kabur.
  6. Taburkan “tekik” (tembakau sisa bekas hisapan yang biasanya ada sekitar 0,5cm sebelum filter; bhs. Jawa) sisa rokok merata diatas tanah dalam pot aduk rata, kemudian siram dengan air, maka semut-semut tersebut tidak akan berani menempati tanah dalam pot.
  7. Campuran 1/8 sendok teh bubuk boraks (boric acid,bisa dibeli di toko bahan kimia) dan gula / madu akan menarik dan membunuh semut. Ini adalah campuran yang sering digunakan dalam produk komersil pembasmi semut. Semut pekerja akan membawa campuran ini kembali ke sarang mereka dan menyebarkannya ke semut lain, sehingga dengan sendirinya akan membunuh sebuah koloni besar. Boraks dalam jumlah kecil tidak akan berbahaya bagi hewan yang lebih besar, namun bila dosisnya cukup tinggi dapat menyebabkan kematian, jadi pastikan Anda berhati-hati menempatkan dan menjaganya dari jangkauan binatang peliharaan dan anak-anak.
  8. Ambil daun sirih sekitar 5 lembar kemudian hancurkan dan tambahkan air sekitas 1 liter kemudian saring trus tinggal semprotkan ke gerombolan semut tsb.
  9. Masaklah 1 kg daun tomat dalam 2 liter air selama 30 menit, tambahkan lagi potongan 2 genggam daun, batang dan buahnya, dan 2 liter air. Aduk bahan-bahan tersebut, lalu biarkan selama 6 jam (½ hari). Saring dan tambahkan ¼ batang sabun. Semprotkan larutan ini setiap 2 hari bila jumlah serangga, khususnya ngengat, cukup banyak.

Waspadai kehadiran semut pada tanaman. Biasanya semut menjadi faktor keberadaan hama kutu putih pada tanaman. Untuk mengontrol semut secara organik, semprotkanlah air campuran dengan essense bawang putih rutin tiap hari pagi dan sore hingga semut tidak datang kembali.

WASPADALAH! Daun tomat ketika dipakai sebagai insektisida bersifat racun bagi manusia. Ini disebabkan karena unsur kimia yang ada dalam daun tomat menjadi jauh lebih pekat konsentrasinya. Gunakan sarung tangan dan penutup hidung serta mulut sekaligus saat menyemprotkannya.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *