Menikmati Anggrek dari Afrika: Eulophia petersii

img20160915123913-medium

Bagi penggemar anggrek di Indonesia, rasanya sudah cukup mengkoleksi anggrek spesies dari Indonesia. Selain jumlahnya terbanyak di dunia, koleksi Indonesia juga sangat indah. Tapi tidak ada salahnya menengok anggrek dari belahan dunia lain, yang tentunya dapat ditemukan di Indonesia. Nama spesiesnya Eulophia petersii. Sebenarnya keluarga eulophia ini punya banyak spesies dan tersebar sampai ke Indonesia juga. Eulophia petersii tersebar di daerah Afrika sampai ke daerah Arab. Nama spesies ini diambil dari nama kolektor tanaman dari Jerman yang bernama Peters’. Karena tempat berkembangnya di daerah Afrika (Kenya and Tanzania) sampai ke Arab, maka anggrek ini dikenal sebagai anggrek gurun.

img20160915123657-medium

Sebutan anggrek gurun melekat pada spesies Eulophia petersii dan E. paniculata. Disebut demikian karena anggota famili Orchidaceae itu mampu bertahan hidup di padang pasir di beberapa negara Afrika seperti Kenya dan Tanzania, hingga Saudi Arabia. Anggrek teresterial itu biasanya tumbuh di habitat ekstrem seperti pasir yang asam dan bebatuan. Agar mampu bertahan hidup di lingkungan kering dan miskin hara, E. petersii dan paniculata memiliki pseudobulb yang relatif besar, berdiameter 3 – 4 cm. Pada anggrek bulbophyllum, yang juga memiliki pseudobulb, ukurannya rata-rata hanya 0,5 – 2 cm. Kedua anggrek itu juga berdaun tebal seperti keluarga anggota genus Aloe dan Sansevieria. Pseudobulb berfungsi untuk menyimpan cadangan air dan karbohidrat.

Anggrek Sukulen
Karena lingkungannya yang ekstrim membuat anggrek ini punya sifat sukulen. Pseudo bulbnya berfungsi menyimpan air seperti halnya batang tanaman sukulen lain. Anggrek ini termasuk anggrek terestrial jadi tidak menempel pada pohon. Pasir dan tanah berbatuan jadi tempat pertumbuhannya.Pseudo Bulbnya berwarna hijau muda keabu2an. Kalau dipegang bulbnya keras, mungkin paling keras diantara semua bulb anggrek. Daunnya sangat tebal untuk ukuran anggrek dan permukaannya cukup kasar. Warnanya mendekati hijau tua.

kembang

Bunga anggrek ini tidak semenarik anggrek hutan. Tapi cukup eksotis mengingat tempat habitatnya. Tangkai bunganya bisa mencapai ukuran 2 meteran. Warna bunganya dominan hijau kecoklatan dan dipermanis warna merah. Baik pseudo bulb, daun dan bunga menunjukkan bahwa anggrek ini sudah sangat baik beradaptasi di tempat yang ekstrim ini.

Merawatnya Mudah
Anggrek dikenal sulit perawatannya. Tiap spesies punya cara yang beda. Tapi kalau anggrek gurun ini cukup mudah. Tidak disiram 1 minggupun tidak masalah. Coba bandingkan dengan spesies lain. Bisa merana anggreknya. Ruang terbuka dan matahari penuh menjadi kesukaannya. Karena itulah medianya juga harus poros semisal pasir kasar dan pakis kering. Tambahkan juga pupuk kandang yang sudah masak secukupnya. Biasanya anggrek gurun diletakkan di dalam pot, tidak ditempel di pohon atau media pakis. Pot sebaiknya mempunyai dimensi yang cukup agar akar dapat bergerak bebas. Akar anggrek ini cukup tebal.

Pemberian pupuk lengkap juga dapat dilakukan secukupnya. Tidak perlu sesering anggrek lainnya. Pupuk cair dosis berimbang dapat diberikan 1 bulan sekali. Urusan jamur? Wah rasanya tidak ada dalam kamus anggrek ini. Jamur sulit berkembang pada lingkungan yang panas. Tapi kalau mau berikan jangan sering2, cukup 1 bulan sekali juga hanya untuk perawatan saja. Rasanya kalau anda penggemar anggrek spesies, belum lengkap apabila tidak mempunyai spesies ini. Selain unik, anggrek ini juga mempunyai daya tahan yang sangat baik. Mungkin karena daerah asalnya seperti itu.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *