Merawat Anggrek itu TIDAK SULIT !

Tulisan ini muncul seiring dengan banyak keluh kesah para ibu pecinta anggrek yang tidak mampu merawat anggrek yang mereka beli baik secara online atau offline langsung di toko anggrek. Awalnya pada saat di beli anggrek tersebut berbunga dengan cantiknya, tapi setelah dirawat beberapa waktu, tidak pernah mau berbunga kembali, kurus, bahkan banyak yang mati. Akibatnya selalu muncul pertanyaan kenapa sih merawat anggrek itu sulit sekali.   Pada umumnya pencinta anggrek menganggap bahwa merawat anggrek adalah sulit, selalu mati saja, kalaupun tidak maka itupun tidak pernah berbunga kembali. Apakah memang merawat anggrek itu sulit? Apa yang menyebabkan merawat anggrek berbeda dengan merawat tanaman hias lainnya? Walaupun untuk sebagian orang hal ini sudah lewat (sudah mampu mereka atasi) tapi masih banyak yang mengalami kesulitan di dalam merawat anggrek agar dapat berbunga kembali secara lestari.

Untuk itu maka kita perlu mengurai permasalahan dan mengetahui penyebabnya dan memberikan alternative pemecahannya. Oleh sebab itulah tulisan ini di buat. Walaupun sederhana, semoga tulisan ini bermanfaat dalam:
  1. Memahami permasalahan di dalam merawat anggrek
  2. Memahami faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anggrek
  3. membuat anggrek yang kita sayangi berbunga kembali.
Kesalahan Dalam Merawat Anggrek
1. Media tanam anggrek disamakan dengan media tanam tanaman hias lainnya.
Banyak para penggemar anngrek menyamakan merawat anggrek dengan tanaman hias lainnya, mereka hanya melakukan penyiraman saja. Bahkan ada juga yang sedemikian kurang perhatian, menyiram saja seingatnya Hal ini disebabkan persepsi mereka yang beranggapan bahwa anggrek di hutan tidak perlu disiram dan tidak perlu di beri makan. Di hutan tidak perlu di beri makan dan minum disebabkan kondisinya masih dapat menunjang pertumbuhan anggreknya. Anggrek tumbuh pada pohon yang besar dengan rongga kulit pohon yang tebal yang ditumbuhi lumut. Lumut tersebut mengandung mikroba yang dapat mengikat N dari udara. Jadi walaupun tidak diberi makanan, tapi mereka masih mendapatkannya dari degradasi kulit pohon dan debu serta unsure hara dari udara. Demikian pula dengan ketersediaan air yang selalu tersedia dengan adanya lumut dan rongga kulit pohon tersebut. Ditambah kondisi lingkungan yang sesuai, sinarnya, kelembaban dan sikulasi anginnya.
Lain halnya dengan tanaman anggrek yang ditanam di pot dengan menggunakan arang atau pecahan genteng atau sabut kelapa. Walaupun mampu mengikat air sedikit tapi maknan tidak ada, mikroba yang dapat menambat N dari udara tidak ada, kondisi lingkungan ekstrim, angin keras, sinar terlalu terik, suhu tinggi, kelembaban rendah, hal ini semua membuat ketersediaa air menjadi habis dan kekurangan makanan, maka tanaman lambat laun akan mengalami dehidrasi dan mengalami layu permanen. Dalam rangka mempertahankan diri dari kondisi tersebut maka anggrek tersebut mengurangi penguapan dengan menggugurkan daun, jadilah anggrek menjadi gundul dan tinggal bulb batang semunya saja.
2. Akar anggrek dianggap sama dengan akar tanaman hias lainnya.
 Ada penggemar anggrek yang mempunyai pola pikir yang salah, yaitu dia tahu bahwa arang atau potongan genteng, atau sabut kelapa tidak atau sedikit mengandung makanan, untuk itu maka dia menambahkan pupuk kandang dan kompos. Dia lupa bahwa akar anggrek berbeda dengan akar tanaman hias biasa. Akar anggrek adalah akar yang secara alamiahnya menempel pada pohon pohon sehingga secara alamiah akar anggrek tidak suka bila terpendam media atau tidak suka bila sirkulasi udaranya kurang baik. Lain halnya dengan akar tanaman hias yang memang secara alamiah dapat berfungsi dengan baik di dalam tanah. Oleh sebab itulah pada saat media anggrek diberi campuran pupuk kandang dan kompos, maka kondisinya menjadi terlalu rapat dan padat bagi akar anggrek apalagi bila banyak disiram dan basah, maka akan menyebabkan akar anggrek akan busuk.
3. Tanaman anggrek dianggap tidak perlu dipupuk
Masih banyak para pengemar anggrek yang hanya menyiramkan air saja untuk anggreknya, atau ada juga yang sekedarnya memberikan air cucian beras, atau kadang cucian daging atau diberi vetsin/miwon, atau sisa minuman teh. Kesemuanya diperbolehkan tapi hal tersebut tidak memadai. Kita tidak boleh memberi makan anggrek hanya seingat dan seadanya saja, tapi kita harus memberikan makanan secar rutin dan teratur dalam jumlah yang memadai. Apa lagi kondisi tanaman anggrek sedang berbunga, berarti tanaman anggrek tersebut memerlukan makanan dalam jumlah yang cukup banyak.
Makanan yang bergizi bagi tanaman anggrek meliputi:
  1. Unsur hara makro dan mikro yang terdapat pada pupuk lengkap seperti grow more, hyponex, Gandasil dll. Kesemua unsur hara tersebut diperlukan dalam komposisi yang tepat. Dan jumlah yang pas.
  2. Unsur P dalam jumlah yang lebih banyak untuk menunjang proses pembungaan. Unsur P ini dapat dipenuhi dalam bentuk pupuk dengan dominasi P tinggi.
  3. Hormon giberelin merupakan hormon yang berperanan di dalam pengembangan pembungaan dan pembuahan. Keberadaan hormon ini menjadi sangat penting pada saat proses pembungaan
  4. Sumber energi instan dapat dipenuhi dari bahan organik atau sumber energi yang banyak kita temui dalam kehidupan kita seperti: gula, madu, ekstrak kurma, tetes tebu, kecap.
  5. Bahan organik merupakan bahan yang sangat penting yang akan banyak membantu berbagai proses metabolisme di dalam tanaman anggrek tersebut. Bisa di dapat dari: air kelapa muda, air nira, klorofil dan spirulina.
  6. Minyak ikan merupakan penyedia asam lemak yang juga penting di dalam proses metabolisme tanaman.
  7. Vitamin terutama Vitamin B1, B6 dan B12 sangat penting di dalam proses pembelahan sel dan proses morfogenesis organ dsb.
4. Tanaman anggrek dianggap dapat tumbuh dimana saja asal di tempel di bawah pohon
Sebagian penggemar anggrek berusaha menempatkan anggrek sama seperti di alamnya yang tumbuh menempel pada pohon, dan hal itu dianggap sudah memadai untuk tumbuhnya anggrek, padahal tidak demikian. Anggrek memerlukan kondisi lingkungan tertentu untuk dapat tumbuh dengan baik.
Anggrek memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, yaitu:
  1. Intensitas sinar 60 – 80%, untuk itu memang bisa diletakkan di bawah pohon yang ternaungi sekitar 40 – 20 %, atau bisa juga kita menggunakan paranet dengan kerapatan yang sesuai. Tapi ada faktor lain dari sinar yang banyak dilupakan oleh para pengemar anggrek, yaitu lamanya penyinaran tersebut (durasi penyinaran). Lamanya penyinaran yang dibutuhkan adalah sekitar 12 jam. Untuk itu memang harus benar-benar diletakkan ditempat yang terbuka tapi diberi paranet. Sedangkan pada kondisi rumah tangga atau diperumahan, lamanya penyinaran seringkali kurang. Matahari seringkali mulai mengenai anggrek setelah jam 10 dan sudah terhalangi rumah tetangga sekitar jam 4 sore, jadi praktis hanya mendapatkan sinar hanya 6 jam, hal ini sangatlah kurang. Alternatif lain yang dapat kita lakukan adalah dengan memberikan penyinaran buatan dengan lampu. Bahkan kita dapat membuat kondisi lingkungan yang kita inginkan Sinar lampu yang dibutuhkan adalah setara dengan lampu TL 40 watt dengan jarak 30 – 40 cm. Kita dapat menambahkan lamanya kekurangan sinar tersebut dengan memberikan lampu TL tersebut.
  2. Suhu yang baik adalah sekitar 25 – 28 oC, hal ini sangat berpengaruh pada kecepatan metabolisme pada tanaman anggrek tersebut. Bila terlalu tinggi maka metabolisme akan berproses kencang akan menyebabkan terkurasnya energi dan tidak seimbang dengan kebutuhan sinar dan bahan baku makanan yang tersedia.
  3. Kelembaban yang dibutuhkan sekitar 60 -90 % .. Hal ini penting untuk menjaga kelembaban akar dan daun anggrek. Akan tetapi yang perlu diperhatikan pada kondisi kelembaban tinggi tersebut maka sirkulasi udara menjadi sangat penting.
  4. Sirkulasi udara/ angin memegang peranan penting dalam proses (evapotranspirasi), yang berperanan mengangkut bahan makanan dari akar ke daun. Dan sirkulasi ini berperanan agar tidak meledaknya populasi mikroba akibat kelembaban yang tinggi tersebut.
  5. Ketersediaan air yang kontinu tapi tidak basah, becek. Oleh sebab itulah media anggrek perlu dalam bentuk potongan atau gumpalan media yang berongga besar sehingga sirkulasi udara baik tapi di sela-sela media tersebut masih dapat memegang air sehingga keberadaan air dapat terjaga dengan baik.
Teknik Merawat Anggrek Agar Berbunga Kembali
1. Penempatan Anggrek
Tempatkan anggrek pada tempat yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Bila kita tidak memiliki tempat yang sesuai maka kita bisa memodifikasi lingkungan tersebut agar sesuai kebutuhan.
Terutama sekali adalah masalah kekurangan sinar, dalam hal ini adalah masalah lamanya penyinaran. Kiat bisa melakukan pemindahan pot disesuaikan dengan lokasi yang terkena sinar matahari dalam satu hari, tapi hal ini membutuhkan perhatian yang cukup intensif. Cara lain adalah dengan memasang lampu untuk tanaman ini. Agar biaya yang kita keluarkan sesuai dengan nilai yang kita inginkan maka kita bisa menempatkan beberapa tanaman anggrek pada satu lampu.
Lamanya pemasangan lampu disesuaikan kebutuhannya bila kekurangan sekian jam maka bisa kita tambah jumlah kekurangannya. Atau bisa juga secara penuh anggrek tersebut kita ganti kebutuhan sinarnya dengan lampu. Hal ini bila tujuannya adalah anggrek tersebut memang hendak kita tempatkan di dalam rumah seterusnya, jadi kita juga memperoleh keuntungan dapat menikmati bunga anggreknya yang indah di dalam rumah
Pengkondisian tidak hanya pada lampu tapi juga pada kelembaban, kita bisa memasang smoker atau kalau tidak ada dapat berupa sprayer halus yang dinyalakan berdasarkan timer, sehingga kelembaban dapat terjaga dengan baik.
Demikian pula dengan sirkulasi angin dapat kita gunakan kipas angin computer kecil yang kita pasang sehingga menghasilkan angin halus tapi tetap ada, hal ini sangat penting untuk transpirasi tanaman.
Makanan dapat kita berikan dengan sistem irigasi tetes sehingga terjamin tidak akan kekurangan. Untuk ini kita bisa membuatnya dengan membuat system infuse. Makanan kita masukan pada botol infuse atau botol air accu yang ada lubang kecil diujungnya disambung dengan selang aerator untuk aquarium ikan dan diujungnya diberi penjepit selang yang dapat mengatur kecepatan tetesan yang keluar dari selang tersebut
2. Pemberian Makanan
Berikan makanan yang mencukupi dari segi kelengkapan gizi dan jumlahnya. Untuk itu agar pertumbuhannya subur dan dapat berbunga kembali maka perlu diberikan:
  • Pupuk hara makro dan mikro lengkap (seperti gandasil, grow more, hyponex dll) dengan dosis sesuai anjuran. Pemupukan ini dilakukan dengan interval setiap hari.
  • Vitamin B1 5 mg/l , B6 3 ml/l dan B12 3 mg/l diberikan 2 hari sekali. Disemprotkan keseluruh bagian tanaman.
  • Hormon giberelin 2 mg/l diberikan 2 hari sekali disemprotkan keseluruh tanaman anggrek
  • Minyak ikan dengan dosis 1 ml/l diberikan seminggu sekali disemproykan ke bagian akar saja.
  • Bila media dicampur dengan mos atau sabut kelapa (agar tidak tumpah melalui sela-sela media yang sangat berongga tersebut maka kita dapat memberikan butiran pupuk dekastar untuk menjamin bahwa anggrek tersebut tidak akan kekurangan makan.
  • Agar anggrek yang sedang dalam proses pembungaan dapat tumbuh besar dan tahan lama maka kita bisa memberikan campuran B1 5 mg/l, air gula 30 g/l dan giberelin 2 mg/l. disemprotkan pada bagian akarnya. Penyemprotan dapat dilakukan setap hari selama anggrek tersebut masih berbunga.
3. Pengepotan Ulang
Pengepotan ulang ini bertujuan untuk memindahkan anggrek ke pot yang lebih besar sehingga akar dapat berpegangan dengan baik dan dapat menyerap makanan dengan optimal. Seringkali untuk anggrek yang sudah tumbuh untuk beberapa waktu maka akarnya sudah mulai keluar dari pot dan menggantung. Untuk beberapa jenis tertentu seperti Vanda tidak jadi masalah, tapi pada anggrek bulan dan Dendro sebaiknya dilakukan pemindahan ke pot yang lebih besar dengan media tanam yang lebih menadai, sehingga anggrek tersebut dapat tumbuh lebih baik sesuai dengan ukurannya yang bertambah besar.
Ada sebagian penggemar anggrek yang salah persepsi dengan akar anggrek ini. Mungkin karena orang tersebut inginnya melihat anggreknya berbunga bagus dan rapih sehingga akar-akar yang keluar digunting sehingga tidak ada yang menjulur keluar, alasannyya jelek kelihatannya. Hal ini sangatlah tidak baik buat anggrek tersebut, Karena akan menyebabkan anggrek stress bahkan berpeluang terserang penyakit dengan adanya luka di akar tersebut. Kalau mau rapih ya dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan kualitas yang bagus maka akan kelihatan bagus dan tetap berbunga dengan cantiknya.
Pemindahan ke pot yang lebih besar ini berkaitan dengan kemampuan di dalam menyerap makanan, kemampuan menjaga kelembaban di sekitar perakaran, kemampuan tempat untuk tumbuh yang lebih memadai tidak berdesakan.
4. Jangan Melakukan Pemilahan (Split) Rumpun Bila Ingin Tetap Berbunga
Sebagian penggemar anggrek mencampur adukan tujuan budidaya anggrek. Misalnya disatu sisi dia ingin anggreknya tetap berbunga cantik, tapi disisi lain dia ingin anggreknya menjadi banyak, maka di lakukanlah pemilahan rumpun (split). Padahal dengan dilakukan pemilahan rumpun ini menyebabkan anggrek tersebut akan lama lagi untuk berbunganya. Hal ini disebabkan berubahnya system fisiologis yang berkaitan dengan ketersediaan cadangan makan , berubahnya system dominasi hormonal di dalam tanaman anggrek tersebut.
Oleh sebab itu bila kita ingin anggrek kita tetap berbunga maka biarkan rumpun tumbuh rimbun, yang penting kita dapat memberikan makan yang optimal dan dibantu dengan pemberian hormon giberelin maka anggrek akan dapat berbunga berulang dengan baik setiap kali tumbuh bulb baru, atau setiap kali cadangan makanan memadai untuk berbunga.
5. Pemilahan Rumpun untuk setiap bagian terdiri minimal 6 bulb.
Anggrek yang sudah sangat rimbun, maka kita harus tetap menyediakan tempat tumbuh yang memadai berupa pot yang lebih besar lagi. Dan untuk membuat bunganya rimbun (sekali berbunga terdiri beberapa bunga, maka kita dapat melakukan pemotongan rumpun tapi tetap membiarkan setiap bagiannya pada posisinya, tetap masih dalam satu pot. Hal ini membuat akar tidak rusak sehingga tidak mengalami stress
Dengan dilakukannya pemilahan rumpun ini maka secara fisiologis terjadi pemilahan individu dalam setiap bagian rumpun yang masing-masing akan tumbuh tunas baru yang pada akhirnya dapat menghasilkan bunga. Bila kita dapat memilah menjadi 4 bagian, misalnya, maka ada kemungkinan nantinya sekali berbunga akan ada 4 bunga sekaligus.
Untuk tanaman anggrek yang sudah tua ini yang penting diperhatikan adalah dominasi di dalam tanaman tersebut harus dominasi hormon giberelin dan sitokinin. Oleh sebab itu kita bisa menambahkan gabungan Giberelin 8 mg/l dan sitokinin 2 mg/l serta auksin 0,5 mg/l . disamping itu pemberian vitamin, minyak ikan dan makanan harus mencukupi atau kkalau boleh dibilang cukup banyak. Kita dapat memberikan dekastar di medianya dalam jumlah yang cukup banyak. Maka anggrek anda akan berbunga rimbun dan sehat.

 

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *